Bawang Merah, Si Kecil Tajam yang Bantu Lawan Virus
Disunting oleh: Samir Pademmui, pemerhati dan praktisi herbal
Bawang merah selama ini dikenal sebagai bumbu dapur wajib di hampir setiap masakan Nusantara. Aromanya yang kuat sering membuat mata perih, tapi di balik itu tersimpan segudang manfaat kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan, bawang merah mengandung senyawa alami yang bisa membantu tubuh melawan virus dan memperkuat daya tahan.
Kaya Senyawa Antioksidan dan Antivirus
Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) mengandung
berbagai senyawa aktif seperti quercetin, allicin, dan saponin.
Senyawa quercetin adalah flavonoid kuat yang bekerja sebagai antioksidan
dan antivirus alami.
Penelitian dari Journal of Agricultural and Food Chemistry (Luo
et al., 2020) menunjukkan bahwa quercetin dapat menghambat replikasi virus
influenza tipe A dengan cara mengganggu proses transkripsi genom virus.
Studi lain di Phytotherapy Research (Colunga Biancatelli et al., 2020)
juga menemukan potensi quercetin dalam menghambat virus corona melalui
mekanisme serupa.
Selain itu, kandungan vitamin C, selenium, dan senyawa sulfur organik
seperti allicin pada bawang merah juga membantu merangsang aktivitas
sel imun dalam melawan infeksi.
“Kombinasi senyawa bioaktif dalam bawang merah menjadikannya bahan alami
yang potensial untuk mendukung sistem imun tubuh,” kata Dr. Susan Percival,
peneliti imunologi pangan dari University of Florida, seperti dikutip dalam Advances
in Nutrition (2021).
Meredakan Peradangan dan Meningkatkan Daya
Tahan
Saat tubuh terserang virus, peradangan muncul sebagai bentuk pertahanan
alami. Namun bila berlebihan, justru dapat memperparah gejala.
Kandungan anthocyanin dan senyawa sulfur dalam bawang merah
membantu meredakan peradangan, memperlancar pernapasan, dan melindungi
sel dari stres oksidatif.
Tak heran, bawang merah sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan
tradisional. Campuran irisan bawang merah dan minyak kelapa sering
digunakan sebagai obat gosok untuk menurunkan panas anak-anak, ini bukan
mitos, karena efek hangatnya membantu melancarkan sirkulasi darah dan
mengurangi demam.
Cara Konsumsi yang Dianjurkan
Untuk mendapatkan manfaat terbaik, cara mengolah bawang merah perlu
diperhatikan.
Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di rumah antara lain:
- Dikonsumsi
mentah. Iris tipis dan campur dengan madu untuk
meningkatkan daya tahan tubuh.
- Dimasak
ringan. tumis sebentar atau mengukus membantu
menjaga kadar quercetin agar tidak rusak oleh panas berlebih.
- Dicampur
dalam minuman hangat.
Tambahkan madu dan jeruk nipis untuk membantu meredakan gejala flu.
Namun bagi yang memiliki lambung sensitif, konsumsi bawang mentah
berlebihan dapat menyebabkan perih atau kembung. Gunakan secukupnya sesuai
kebutuhan.
Bukan Pengganti Obat, Tapi Penopang Kesehatan
Meskipun mengandung berbagai senyawa antivirus, para ahli menegaskan
bahwa bawang merah bukan pengganti vaksin atau obat antivirus.
“Bawang merah bisa menjadi booster alami untuk daya tahan tubuh,
tetapi tidak dapat menggantikan terapi medis,” jelas Prof. Dr. Endang Sukara,
ahli bioteknologi dan mikrobiologi LIPI, dalam wawancara Kompas (2023).
Karena itu, konsumsi bawang merah sebaiknya dikombinasikan dengan
gaya hidup sehat: makan bergizi, cukup tidur, olahraga rutin, dan menjaga
kebersihan tangan.
Pelindung Alami dari Dapur
Bawang merah mungkin kecil dan sederhana, tapi manfaatnya besar, bukan
hanya penyedap rasa, melainkan juga penjaga kesehatan yang selama ini
tersembunyi di dapur kita. Jadi, sebelum mencari suplemen mahal, cobalah
menengok rak bumbu di dapur, mungkin di sanalah kunci kekebalan alami tubuh
Anda.
Referensi
- Luo,
H. et al. (2020). Quercetin as an antiviral agent: Inhibition of
influenza A virus replication. Journal of Agricultural and Food
Chemistry.
- Colunga
Biancatelli, R. M. et al. (2020). Quercetin and Vitamin C: Experimental
and Clinical Evidence for Prevention of SARS-CoV-2 Infection. Phytotherapy
Research.
- Percival,
S. S. (2021). Nutrition and Immunity: The Role of Bioactive Compounds
in Human Health. Advances in Nutrition.
- Kompas.com
(2023). Ahli Bioteknologi: Bawang Merah Bisa Jadi Penopang Kekebalan
Tubuh, Tapi Bukan Obat Virus.
- WHO
(2021). Traditional remedies and immune health: A scientific review.
Posting Komentar