Purbaya Pasang Badan untuk Target Pertumbuhan 6 Persen

Table of Contents

Jakarta, 24 November 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan target pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun depan sebagai komitmen politik sekaligus profesional. Ia menyatakan siap mundur jika target ambisius tersebut gagal tercapai.

Bagi Purbaya, pertumbuhan 6 persen merupakan titik balik penting sebelum Indonesia melaju menuju sasaran jangka panjang Presiden Prabowo Subianto, yakni pertumbuhan 8 persen. “Ini bukan sekadar angka,” ujarnya, “tetapi fondasi untuk lompatan berikutnya.”

Tiga Mesin Percepatan Ekonomi

Purbaya merumuskan strategi percepatan dengan menggabungkan pendekatan dua era sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo serta menambah integrasi kebijakan yang lebih kuat.

1. Menggerakkan Sektor Swasta
Purbaya menilai sektor swasta yang berkontribusi sekitar 90 persen pada perekonomian kerap terhambat bunga kredit tinggi akibat kebijakan moneter ketat.

Untuk itu, pemerintah berencana menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan, termasuk penempatan dana pemerintah di Bank Indonesia. Langkah ini diharapkan menurunkan suku bunga kredit sehingga investasi swasta dapat tumbuh lebih cepat. “Fiskal dan moneter harus berjalan harmonis,” tegasnya.

2. Mempercepat Belanja Pemerintah
Purbaya menyoroti lambatnya realisasi anggaran sebagai salah satu penghambat pertumbuhan. Target belanja negara khususnya proyek infrastruktur dan program sosial, dieksekusi lebih cepat dan tepat sasaran agar segera menciptakan permintaan baru di ekonomi domestik.

3. Mengadopsi ‘Sumitronomics’
Untuk jangka panjang, Purbaya mengacu pada pemikiran ekonom Sumitro Djojohadikusumo yang menekankan pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional.

Tanpa Pajak Baru

Purbaya juga memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif atau memperluas jenis pajak sebelum pertumbuhan mencapai 6 persen. Menurutnya, percepatan ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperluas basis pajak secara alamiah.

Komitmen Politik

Pernyataan “siap dipecat” yang dilontarkan Purbaya menjadi sinyal bahwa target ini tidak boleh dipandang sebagai rutinitas birokrasi. Menkeu yang baru ini inginkan seluruh kementerian bergerak serempak dan meninggalkan pola kerja lamban.

Tantangannya kini; mampukah harmonisasi kebijakan fiskal-moneter memicu gairah sektor swasta dan membawa ekonomi Indonesia keluar dari stagnasi pertumbuhan lima (5) persen?.

---------- rep 1111 

Posting Komentar