Terima Kasih Pak Mentan RI Andi Amran Sulaiman
Langkah berani Menteri Pertanian menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir membela jutaan peternak kecil dari jerat harga pakan yang tinggi.
Oleh: Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI
Sebagai anggota dan pimpinan DPD-RI, saya memiliki tanggung jawab untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di seluruh daerah pemilihan. Dalam berbagai kunjungan kerja, saya menemukan geliat baru di tengah masyarakat seiring bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah memunculkan optimisme dan mendorong banyak warga untuk mengembangkan usaha peternakan, perikanan dengan harapan dapat berperan sebagai pemasok kebutuhan protein hewani bagi MBG.
Namun di balik semangat tersebut, para peternak kecil masih menghadapi kendala klasik yang tak kunjung terselesaikan yaitu; tingginya harga pakan, mahalnya harga bibit Day Old Chick (DOC) dan Day Old Duck (DOD). Kondisi ini membuat margin keuntungan peternak semakin tipis. Banyak di antara mereka tetap bertahan karena tidak memiliki pilihan lain, sembari mencari usaha tambahan untuk menutupi biaya produksi. Situasi ini, bila dibiarkan, tentu mengancam keberlanjutan peternakan rakyat padahal mereka merupakan tulang punggung penyedia protein hewani nasional.
Karena itu, saya menyambut baik langkah pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang berinisiatif membangun 'pabrik pakan ternak' di berbagai daerah. Kebijakan ini diyakini dapat memperkuat struktur peternakan rakyat secara signifikan serta menjadi instrumen strategis untuk mencapai swasembada “ayam potong, ayam petelur” demikian juga “bebek petelur dan bebek pedaging” baik untuk kebutuhan Program MBG maupun konsumsi masyarakat luas.
Inisiatif tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak para pelaku peternakan rakyat; dari peternak ayam, bebek, hingga kambing yang selama ini rentan terhadap fluktuasi harga dan ketergantungan pada produsen pakan skala besar.
Kehadiran pabrik pakan yang dikelola pemerintah diharapkan dapat menghadirkan stabilitas harga, meningkatkan daya saing, serta membuka ruang tumbuh yang lebih berkeadilan.
Berikut ini rincian program pembangunan pabrik pakan ternak yang disampaikan Pak Mentan RI, Andi Amran Suman dan diberitakan secara luas oleh berbagai media.
Pembangunan 30 Pabrik Pakan Ternak Senilai Rp.20 Triliun
Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun 30 pabrik pakan ternak, terutama untuk kebutuhan unggas, dengan total anggaran sebesar Rp20 triliun. Program ini diproyeksikan menjadi tonggak baru dalam membangun kemandirian sektor hulu peternakan nasional.
Rincian Kebijakan
1. Tujuan Utama
Membangun ekosistem peternakan rakyat dari hulu ke hilir, termasuk menjamin
ketersediaan pakan, obat-obatan, vaksin, serta DOC dengan harga yang kompetitif
dan lebih terjangkau.
2. Sasaran Program
Sebanyak 3,7 juta peternak kecil di seluruh Indonesia menjadi target utama
program ini, guna memperkuat stabilitas usaha dan melindungi mereka dari
gejolak harga pasar.
3. Skema Pembiayaan
Anggaran Rp20 triliun yang dibutuhkan disebut dapat disokong oleh Badan
Pengelola Investasi Danantara.
4. Lokasi dan Tahapan Pembangunan
Sebanyak 30 pabrik akan dibangun di berbagai titik strategis, mulai dari Pulau
Jawa, Lampung, hingga Kalimantan.
Pembangunan dilakukan melalui dua tahap:
- Tahap I: 12 pabrik
- Tahap II: 18 pabrik
Pemerintah juga akan menerapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Harga Eceran
Tertinggi (HET) bagi produk pakan ternak dan komoditas peternakan tertentu,
termasuk telur, untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak yang
merugikan peternak.
6. Waktu Pelaksanaan
Pembangunan pabrik pakan direncanakan mulai berjalan pada awal 2026.
Rencana pembangunan 30 pabrik pakan ternak bukan hanya langkah teknokratis, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ketahanan pangan nasional. Kebijakan ini merupakan pijakan penting dalam mewujudkan kemandirian pakan, memperkuat peternakan rakyat, serta memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan protein hewani yang stabil, terjangkau, dan berkualitas.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat sebagaimana yang selalu di wanti-wanti bapak Presiden RI Prabowo, bahwa peternak kecil dapat memperoleh kepastian usaha yang lebih baik, sementara negara mendapatkan fondasi yang kuat untuk membangun masa depan pangan yang berdaulat dan inklusif.
Jika langkah ini dijalankan konsisten, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga berpeluang menjadi kekuatan baru dalam industri peternakan rakyat skala tradisional dan moderen.
-----------------------------
Posting Komentar