SYAITAN PUN PAHAM PSIKOLOGIS MANUSIA
Oleh: Said Patombingi
Syaitan mengintrik manusia dengan pendekatan psikologis manusia
Dia tidak menggoda begitu saja tapi sangat cermat memilih langkah dan strategis yang pas untuk dimanfaatkan agar sasarannya tak berkutik dan berserah diri takluk kepadanya
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah berkata,
إنْ الشَّيْطَانُ فِي إضْلَالِ النَّاسِ وَإِغْرَائِهِمْ طَرِيقَيْن، فَمَنْ كَانَ مِنْهُمْ عِنْدَهُ تَقْصِير وَإِعْرَاضٌ عَنْ الطَّاعَةِ حَسَنٌ لَهُ الشَّهَوَاتِ وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الطَّاعَةِ وَالْعِبَادَةِ، أَتَاهُ الشَّيْطَانُ عَنْ طَرِيقِ الْغُلُوِّ فِيهَا وَإِلْقَاء الشُّبُهَات عَلَيْه
“ Ketika menyesatkan manusia, setan akan memilih satu dari dua jalan.
1. Apabila seorang hamba memiliki jiwa yang berpaling dari ketaatan, maka setan akan menyesatkan dari jalan syahwat dengan menghias-hiasinya.
2. Adapun orang-orang yang memiliki kecenderungan untuk beribadah kepada Allah dan melakukan ketaatan, maka setan akan datang dari pintu ghuluw (berlebih-lebihan dalam agama) dan pintu syubhat (kerancuan-kerancuan berpikir dalam agama).
_____
📚 Syarah Hadits Jibril hal. 12
1,Syaitan paling ahli dalam menghias dan mendekorasi amalan buruk menjadi menarik dan memukau, sehingga pelakunya tidak terasa diseret ke kubang maksiat
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَا لَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَكَا نُوْا مُسْتَـبْصِرِيْنَ
"... Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam,"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 38)
Coba kita perhatikan keterampilan syaitan dalam memperindah kemaksiatan agar orang terpukau,contoh MAJULAH BERSAMA BIR BINTANG ,seolah lambang kemajuan dsb
2. Jika yang dia Hadapi orang Taat ,maka strateginya adalah perangkap ibadah, GHULUW berlebih-lebihan dalam beragama seperti kasus pemuda yang ingin melampaui batas maksimal yang telah disyariatkan bahkan berambisi melebihi ibadah rasulullah saw.
Ada yang ingin berpuasa terus menerus,yang lain ingin shalat malam terus meninggal tidur,serta kenikmatan yang menyertainya, yang satu ingin hidup membujang dengan alasan pasangan hidup bisa mengganggu ibadah. Sampai Rasulullah marah dan menasehati dengan nada tinggi” Saya ini paling bertaqwa diantara kalian, saya berpuasa dan ifthar pada saatnya, Saya shalat malam juga tidur pada waktunya, dan saya Berjihad banun saya menikahi wanita.
Ini gambaran bahwa bisa saja melampaui batas kewajaran agama karena terperangkap dalam jebakan setan, Boleh jadi termasuk didalamnya orang merasa diri yang paling bagus agamanya sehingga mudahnya mempermasalahkan agama orang lain akibat terperangkap jebakan orang lain.
هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَ كُمْ مِّنَ الْاَ رْضِ وَاِ ذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ ۚ فَلَا تُزَكُّوْۤا اَنْفُسَكُمْ ۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى
Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm 53: Ayat 32)
Peringatan Terhadap Sifat Sombong
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَاظَمَ فِيْ نَفْسِهِ واخْتَالَ فِي مَشْيَتِهِ لَقِيَ اللهُ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ
Dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang merasa besar dalam dirinya dan dia sombong dalam cara berjalannya maka dia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam kondisi Allah murka kepadanya.”
Wallahu Ta'ala A’lam
Semoga bermanfaat
-
Posting Komentar