Cara Amerika Menjaga Muka Iran

Table of Contents

 
Oleh: Ir. Juliadi Hakim

Kekerasan Israel di Gaza terus berlangsung dan menelan banyak korban sipil. Di tengah situasi itu, muncul satu pertanyaan yang semakin sering diajukan publik dunia; mengapa Iran justru diam?

Padahal selama ini Iran dikenal sebagai negara yang paling vokal menentang Israel dan mengklaim diri sebagai pendukung utama perjuangan Palestina. Namun ketika Gaza semakin dihancurkan dan Hamas dilemahkan secara sistematis, respons Iran terlihat sangat terbatas.

Dalam situasi inilah isu global tentang rencana Amerika Serikat menyerang Iran menjadi penting untuk dibaca secara kritis. Sebetulnya isu tersebut bukan soal militer, tetapi cara Amerika mengalihkan perhatian dunia.

Tanpa isu itu, Iran berpotensi mendapat tekanan besar dari opini publik internasional. Mengapa Teheran memilih berdiam diri ketika Israel terus memperluas serangan di Gaza?

Serangan Simbolik

Beberapa waktu lalu, Iran memang sempat meluncurkan ribuan rudal ke arah Israel. Namun serangan itu tidak mengubah keadaan. Israel tidak lumpuh, dan operasi militernya di Gaza tetap jalan.

Bagi banyak pengamat, serangan tersebut lebih bersifat simbolik, sekedar menunjukkan keberanian dan sikap politik Iran, bukan upaya sungguhan untuk menghentikan agresi Israel di Gaza. Dan setelah itu, Iran kembali memilih jalur diam menahan diri.

Kata pengamat, di sinilah posisi Iran menjadi serba sulit. Jika bertindak lebih jauh, risikonya adalah perang besar di kawasan. Namun jika terus diam, citra Iran sebagai pembela Palestina bisa diragukan.

Menggeser Perhatian Dunia

Amerika membaca situasi ini dengan sangat baik. Dengan membiarkan berkembangnya isu bahwa Washington sedang menyiapkan serangan ke Iran, maka otomatis perhatian dunia pun bergeser.

Kini, Iran tidak lagi dilihat sebagai negara yang pasif terhadap penderitaan warga Gaza, melainkan sebagai negara yang sedang berada di bawah ancaman Amerika. Fokus media internasional kini berpindah dari tragedi kemanusiaan di Gaza ke potensi konflik besar Iran vs Amerika.

Bagi Iran, isu ini sangat menguntungkan. Tekanan moral terhadap Teheran berkurang. Iran tetap bisa tampil sebagai korban tekanan Barat, bukan lagi sebagai aktor regional yang memilih diam ketika sekutunya terjepit.

Kasus ini menunjukkan bahwa politik global tidak selalu dimainkan dengan senjata. Tapi bisa dengan mengatur isu dan persepsi publik, sering kali sama efektifnya dengan kekuatan militer.

Akibatnya, masalah penderitaan warga Gaza kembali tenggelam oleh hiruk-pikuk berita tentang ancaman Amerika menyerang Iran. Disisi lain Israel tetap melanjutkan operasinya di Gaza dan Iran pun selamat, terhindar dari sorotan kritis. 

Itulah Amerika, berhasil mengubah arah perhatian dunia.

Ini Ironi, isu tentang perang besar AS vs Iran justru digunakan untuk menutupi perang yang sesungguhnya sedang berlangsung di Gaza.

*****


Posting Komentar