Muscat Oman, Tuan Rumah Mediasi Perundingan Nuklir Iran–AS

Table of Contents


MUSCAT - Ibu kota Oman kembali menjadi sorotan diplomasi internasional setelah menjadi lokasi mediasi perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Negara Teluk yang dikenal stabil dan netral itu memainkan peran penting sebagai perantara komunikasi di tengah ketegangan panjang terkait program nuklir Teheran.

Oman selama ini dikenal sebagai salah satu negara Timur Tengah yang mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak yang saling berseberangan. Hubungan diplomatiknya tetap terbuka dengan Iran maupun negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Posisi ini menjadikan Muscat tempat yang dinilai aman dan netral untuk mempertemukan kepentingan kedua negara.

Dalam perundingan terbaru, delegasi Iran dan AS tidak bertemu langsung dalam satu ruangan. Komunikasi dilakukan melalui fasilitator Oman dalam format diplomasi tidak langsung atau shuttle diplomacy. Model ini dinilai efektif untuk menjaga komunikasi tetap berjalan ketika hubungan politik kedua negara berada dalam situasi sensitif.

Reputasi “Diplomasi Sunyi”

Peran Oman sebagai mediator bukan hal baru. Pada 2013-2015, Muscat juga menjadi tuan rumah pembicaraan rahasia yang kemudian membuka jalan bagi lahirnya kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Pendekatan diplomasi yang tenang dan tidak konfrontatif membuat Oman dipercaya sebagai penjaga jalur dialog.

Pemerintah Oman secara konsisten memosisikan diri sebagai penyeimbang di kawasan Teluk, yang selama bertahun-tahun diwarnai rivalitas antara Iran dan sejumlah negara Arab serta tekanan dari Amerika Serikat. Kebijakan luar negeri Oman cenderung menghindari blok politik yang kaku dan lebih mengedepankan stabilitas kawasan.

Isu Pengayaan Uranium

Dalam pembicaraan terkini, isu utama yang dibahas tetap berkisar pada program pengayaan uranium Iran. Teheran menegaskan haknya untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai, sementara Washington menuntut jaminan konkret bahwa program tersebut tidak mengarah pada pengembangan senjata nuklir.

Meski belum menghasilkan terobosan besar, keberlanjutan dialog di Muscat dipandang sebagai sinyal positif bahwa kedua pihak masih membuka ruang negosiasi dan menghindari eskalasi konflik.

Peran Strategis di Kawasan

Secara geografis, Oman berada di posisi strategis di mulut Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Stabilitas negara ini menjadi faktor penting bagi keamanan regional. Dengan memfasilitasi dialog Iran-AS, Oman juga berupaya menjaga stabilitas kawasan Teluk dari potensi ketegangan militer.

Pengamat menilai, selama kedua pihak masih bersedia duduk di meja perundingan meski melalui mediator peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka. Dalam konteks itu, Muscat kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan diplomatik di kawasan yang sarat rivalitas geopolitik.

*****

Posting Komentar