Update Terkini Perundingan Nuklir Iran–AS (6 Feb 2026)

Table of Contents

 
Muscat, Oman, Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar secara indirect di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat, 6 Februari 2026, berakhir sementara setelah putaran pertama pembicaraan yang digambarkan sebagai langkah awal positif oleh delegasi Iran.

Pertemuan ini menjadi putaran negosiasi nuklir pertama antara kedua negara sejak konflik bersenjata yang terjadi pada Juni 2025, ketika AS dan sekutunya menyerang situs-situs nuklir Iran di tengah perang dengan Israel.

Pembicaraan berlangsung secara tidak langsung, delegasi Iran dan AS berada di ruangan terpisah dan saling bertukar pandangan melalui perantara Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.

Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak AS dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Steve Witkoff, bersama dengan Jared Kushner, penasihat senior Presiden AS.

Hasil Putaran Pertama

Delegasi Iran menyatakan bahwa pembicaraan tersebut merupakan “awal yang baik” dan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi di masa depan, setelah konsultasi masing-masing di ibu kota mereka.

Namun, belum ada kesepakatan substantif yang dicapai. Araghchi menekankan bahwa isu yang dibahas hanya program nuklir Iran dan tidak akan memperluas pembahasan ke topik lain seperti program misil balistik atau dukungan terhadap kelompok bersenjata di regional, permintaan yang diajukan pihak AS namun ditolak Teheran.

Iran juga menegaskan perlunya suasana yang tenang tanpa tekanan militer agar diplomasi dapat berjalan efektif, sambil mencatat adanya mistrust (ketidakpercayaan) antara kedua pihak sebagai tantangan utama.

Latar Belakang Ketegangan

Perundingan ini digelar di tengah ketegangan militer yang meningkat di kawasan. AS telah menempatkan pasukan dan kapal induk di kawasan Teluk Persia, termasuk reaksi terhadap sejumlah insiden seperti penembakan drone Iran di wilayah maritim yang dikelola AS.

Kedua negara juga menghadapi tekanan internal masing-masing, Iran dilanda protes besar yang berujung pada tindakan keras serta sanksi ekonomi, sedangkan AS berada dalam tekanan politik untuk menahan kemungkinan eskalasi menuju konflik yang lebih luas.

Reaksi Pasar Global

Pelaku pasar global juga mencermati diplomasi ini. Harga minyak crude turun pada perdagangan Jumat karena investor menilai hasil negosiasi yang belum pasti akan berdampak terhadap ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah.

Kedua delegasi sepakat kembali ke ibu kota masing-masing untuk konsultasi lanjutan dan hasilnya akan menjadi dasar bagi putaran perundingan berikutnya.

Apa yang Harus Diikuti Berikutnya?

Pemantauan berikutnya meliputi keputusan mengenai jadwal putaran baru, apakah ruang lingkup diskusi akan meluas termasuk isu misil dan regional, serta apakah kedua pihak bersedia kompromi terkait pembatasan program nuklir Iran sebagai syarat utama AS.

*****

 

Posting Komentar