Catatan Kecil: Menyambut Halal Bi Halal Nasional, Kader dan Alumni HMI MPO Bersama Dubes Iran

Table of Contents

Oleh: Achmas Ilyas, mantan sekjen HMI MPO

Halal Bi Halal Nasional Keluarga Besar Alumni dan Kader HMI-MPO tahun ini (1447 H/2026 M). Kali ini  tidak sekedar agenda seremonial biasa pasca-Idulfitri. Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ukhuwah, Meneguhkan Peran Alumni dalam Menentang Imperialisme, Mengutuk Agresi, dan Mendukung Palestina Merdeka,” momentum ini menjelma sebagai titik temu antara silaturahmi dan kesadaran ideologis.

Di tengah situasi global yang sarat ketidakadilan, forum ini menegaskan bahwa ukhuwah tidak boleh berhenti pada hubungan emosional semata. Ukhuwah harus bertransformasi menjadi kekuatan moral dan sosial yang mampu merespons realitas dunia. Ketika penindasan terjadi, ketika agresi dibiarkan, dan ketika imperialisme terus menemukan bentuk barunya, maka ukhuwah harus menjelma menjadi keberpihakan yang nyata, bukan hanya retorika.

Konflik berkepanjangan di Palestina menjadi cermin bagaimana ketimpangan global bekerja secara sistematis. Dukungan internasional terhadap Israel, di tengah penderitaan rakyat sipil yang terus berulang, menunjukkan bahwa keadilan global masih jauh dari harapan. Dunia menyaksikan, tetapi tidak bertindak secara setara. Dalam situasi seperti ini, diam bukan lagi pilihan netral, melainkan bagian dari pembiaran.

Namun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa HMI-MPO tidak hadir untuk menciptakan musuh, baik musuh yang nyata maupun imajiner; terhadap suku, bangsa, agama, atau negara mana pun. Gerakan ini tidak dibangun di atas kebencian, apalagi prasangka kolektif.

Sebaliknya, HMI-MPO berdiri di atas prinsip yang jernih; melawan segala bentuk ketidakadilan, di mana pun dan oleh siapa pun pelakunya. Terlebih ketika ketidakadilan tersebut menjelma dalam bentuk imperialisme, yakni dominasi negara kuat terhadap negara lemah, yang merampas kedaulatan dan menafikan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan demikian, yang dilawan bukanlah identitas, melainkan tindakan. Bukan bangsa, melainkan penindasannya. Inilah garis moral yang membedakan antara perjuangan yang berlandaskan nilai dan konflik yang digerakkan oleh kebencian. Sebab sejarah menunjukkan, kebencian hanya melahirkan lingkaran kekerasan baru, sementara nilai melahirkan arah dan legitimasi perjuangan.

Dalam perspektif keislaman, permusuhan yang melampaui batas kemanusiaan bukanlah cerminan ajaran ilahi, melainkan manifestasi dorongan destruktif dalam diri manusia. Karena itu, perjuangan melawan ketidakadilan harus tetap berpijak pada etika, tidak tergelincir menjadi kebencian yang membabi buta.

Dalam konteks ini, ukhuwah menjadi fondasi yang mengikat kesadaran kolektif kader dan alumni HMI MPO. Hal ini bukan sekedar simbol persaudaraan, tetapi energi yang menyatukan langkah dan menguatkan keberanian untuk bersikap. Tanpa ukhuwah, perjuangan akan tercerai-berai; tanpa arah, dan kekuatan akan kehilangan makna.

Di sinilah peran alumni dan kader HMI-MPO menjadi krusial. Sebagai kelompok intelektual, mereka tidak hanya dituntut memahami realitas, tetapi juga mengintervensinya secara etis dan konstruktif. Perjuangan tidak boleh berhenti pada wacana, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata; melalui advokasi, edukasi publik, penguatan opini, serta konsolidasi gerakan sosial.

Palestina, dalam hal ini, bukan sekadar isu politik, melainkan persoalan kemanusiaan yang menuntut keberpihakan. Dukungan terhadap Palestina tidak dibangun atas emosi semata, tetapi berpijak pada fakta penindasan yang tidak dapat diabaikan. Maka, keberpihakan bukan lagi pilihan, melainkan konsekuensi dari nurani dan kesadaran moral.

Momentum Halal Bi Halal Nasional ini, karena itu, harus menjadi lebih dari sekedar pertemuan rutin paska lebaran, namun harus menjadi ruang penegasan sikap, penguatan barisan, sekaligus penyusunan langkah strategis ke depan. Sebab sejarah tidak akan mencatat siapa yang sekedar hadir, tetapi siapa yang memilih untuk berdiri dan berpihak.

HMI-MPO tidak menciptakan musuh, tetapi menolak tunduk pada ketidakadilan.
HMI-MPO tidak dibangun atas kebencian, tetapi atas keberanian melawan penindasan.

✊ Melawan imperialisme
✊ Menolak segala bentuk ketidakadilan
✊ Bersama Palestina menegakkan kemanusiaan

YAKIN USAHA SAMPAI

*****

Posting Komentar