Dimana Hamas?

Table of Contents

Dimana HAMAS Pertanyaan di Tengah Dentuman Rudal

Oleh: Achnad Ilyas, mantan sekjen HMI MPO

Ketika rudal-rudal Iran menghujani wilayah Israel dan dentuman ledakan mengguncang langit Timur Tengah, satu pertanyaan tiba-tiba muncul di benak banyak orang: *di mana Hamas?*

Pertanyaan ini terasa wajar. Jika benar Israel sedang menghadapi tekanan militer dari Iran, logika awam akan berkata bahwa inilah saat paling strategis bagi Hamas untuk bergerak. Ketika musuh sedang sibuk menghadapi serangan dari satu arah, maka tekanan dari arah lain bisa menjadi pukulan yang menentukan. Dalam teori militer klasik, membuka banyak front sekaligus sering menjadi cara efektif untuk melemahkan lawan.

Namun hingga kini, setidaknya dari informasi yang beredar di ruang publik, belum terlihat aksi besar dari Hamas yang benar-benar mengubah peta pertempuran. Tidak ada serangan spektakuler yang memanfaatkan momentum bombardir Iran terhadap Israel. Situasi ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Hamas sedang menunggu, terhambat, atau justru sudah tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bergerak?

Untuk memahami situasi ini, kita perlu melihat realitas yang lebih kompleks daripada terpaku pada logika “momen emas”.

Pertama, kondisi Hamas di Jalur Gaza tidak lagi seperti beberapa tahun lalu. Setelah rangkaian operasi militer besar Israel, banyak infrastruktur militer Hamas mengalami kerusakan serius. Terowongan dihancurkan, persenjataan berkurang, dan jaringan komando mereka juga terpukul. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan untuk melancarkan operasi besar tentu tidak semudah yang dibayangkan dari luar.

Kedua, Gaza saat ini berada dalam pengawasan dan tekanan militer yang sangat ketat. Pergerakan pasukan, peluncuran roket, bahkan mobilisasi kecil pun berisiko langsung terdeteksi. Artinya, setiap langkah Hamas harus diperhitungkan dengan sangat hati-hati. Serangan yang gagal justru bisa menjadi alasan bagi Israel untuk meningkatkan operasi militer lebih besar lagi.

Ketiga, perang yang sedang berlangsung saat ini memiliki karakter yang berbeda. Serangan Iran terhadap Israel merupakan eskalasi yang lebih menyerupai konflik antarnegara. Dalam dinamika seperti ini, kelompok-kelompok non-negara seperti Hamas tidak selalu menjadi aktor utama dalam setiap fase pertempuran.

Ada pula kemungkinan bahwa strategi mereka adalah menunggu momentum yang benar-benar menguntungkan. Dalam perang, kesabaran kadang lebih berharga daripada keberanian yang terburu-buru. Tidak semua kesempatan yang terlihat besar dari luar benar-benar menguntungkan di lapangan.

Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa konflik Timur Tengah bukanlah papan catur sederhana. Ini lebih menyerupai jaring rumit yang dipenuhi kepentingan politik, militer, dan psikologis. Kadang yang tampak sebagai “ketiadaan aksi” sebenarnya adalah bagian dari strategi yang tidak terlihat oleh publik.

Karena itu, pertanyaan “di mana Hamas?” mungkin belum memiliki jawaban pasti hari ini. Bisa jadi mereka sedang menunggu. Bisa juga mereka sedang berjuang bertahan di tengah tekanan yang luar biasa. Atau mungkin peta kekuatan di kawasan ini memang sedang berubah.

Dalam dunia perang modern, yang tidak terlihat sering kali sama pentingnya dengan yang terlihat.

Dan di Timur Tengah, diam pun kadang merupakan sebuah strategi.

*****

Posting Komentar