Jejak Aksiomatik Perpecahan Ummat

Table of Contents

Oleh: Ridwan Kara

1. Hadis tentang Ummat terpecah menjadi 73 golongan

Ada hadis yang diriwayatkan antara lain oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad ï·º bersabda:

“Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, umat Nasrani 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.”

Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa yang selamat adalah yang mengikuti Nabi dan para sahabatnya.

Hadis ini menyatakan fakta bahwa perpecahan akan terjadi, tetapi tidak merinci secara langsung sebab-sebabnya.

2. Setan Manipulasi Wahyu

Surah Al-Hajj (22) ayat 52

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan ketika dia membaca wahyu, setan memasukkan gangguan terhadap bacaannya. Tetapi Allah menghapus apa yang dimasukkan setan itu, lalu Allah meneguhkan ayat-ayat-Nya.”

Ayat ini menegaskan dua hal:

  1. Setan berusaha mengganggu wahyu kepada Nabi.
  2. Namun Allah menjaga kemurnian wahyu tersebut.

Ini juga ditegaskan lagi dalam Surah Al-Hijr (15) ayat 9

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”

Artinya setan tidak pernah berhasil merusak wahyu.

3. Cara Setan Menyesatkan Manusia

Karena wahyu tidak bisa diubah, maka strategi setan adalah mengacaukan pemahaman manusia terhadap wahyu.

Al-Qur’an menjelaskan ini, misalnya:

Surah Al-An’am (6) ayat 112

“Setan dari jenis manusia dan jin saling membisikkan perkataan yang indah-indah untuk menipu.”

Jadi metode setan adalah:

  • Membisikkan tafsir yang keliru
  • Menimbulkan fanatisme kelompok
  • Menanamkan kesombongan merasa paling benar
  • Menghasut permusuhan antar umat

4. Perpecahan dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an juga sudah memperingatkan:

Surah Ali Imran (3) ayat 103

“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Dan Surah Ar-Rum (30) ayat 32

“Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan; tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka.”

Ini menunjukkan bahwa perpecahan bukan karena wahyu rusak, tetapi karena:

  • hawa nafsu
  • kepentingan politik
  • fanatisme mazhab
  • kesombongan intelektual
  • hasutan setan

5. Yang dilakukan setan terhadap Ummat adalah:

  1. membisikkan penafsiran wahyu yang salah
  2. mendorong manusia mengikuti hawa nafsunya
  3. memecah umat melalui ideologi, politik, dan ego kelompok

Akibatnya:

  • lahirlah banyak aliran pemikiran
  • sebagian benar, sebagian menyimpang dan turunannya
kadang berubah menjadi permusuhan antar ummat beragama itu sendiri

Kesimpulan

Perpecahan umat bukan karena wahyu berubah, tetapi karena:

  • manusia berbeda dalam memahami wahyu
  • setan menyesatkan melalui bisikan
  • setan perkuat dorongan hawa nafsu, ego dan kepentingan dunia

Wahyu tetap murni, tetapi cara manusia memahaminya bisa berbeda-beda.

******

Posting Komentar