Perang Selalu Menolong Israel Perluas wilayah dan Palestina makin Terlupakan
Oleh: Marwanto Jamran
Titik awal Nakba, dalam bahasa Arab berarti “bencana besar” atau “malapetaka”, merujuk pada penderitaan serta perpindahan massal rakyat Palestina pada tahun 1948. Peristiwa ini terjadi dalam konteks perang regional yang meletus setelah Israel memproklamasikan kemerdekaannya pada 14 Mei 1948. Sehari kemudian, sejumlah negara Arab melancarkan serangan militer ke wilayah Israel yang baru berdiri sebagai bentuk penolakan terhadap pembentukan negara tersebut.
Konflik bersenjata antara Israel dan negara-negara Arab ini memicu kekacauan, ketidakstabilan, serta eksodus dan pengusiran besar-besaran warga Palestina, sebuah peristiwa yang kemudian dikenang oleh bangsa Palestina sebagai Nakba.
Pada periode 1973 hingga 1979, kawasan ini relatif berada dalam fase tanpa perang besar. Intensitas konflik Israel-Palestina cenderung menurun, dan sejumlah inisiatif perdamaian yang diprakarsai PBB menciptakan situasi yang lebih kondusif. Dalam fase ini, Palestina mulai membangun representasi politik di berbagai negara dan memperoleh pengakuan lebih luas di forum internasional, termasuk di PBB.
Namun, dinamika tersebut berubah drastis pasca Revolusi Iran 1979 yang dipimpin Ruhollah Khomeini. Dari konteks revolusi inilah lahir ideologi penghapusan Israel dari peta, yang kemudian diwujudkan melalui pembentukan dan dukungan terhadap berbagai proksi militer di Lebanon, Gaza, Yaman, dan milisi bersenjata di Irak. Strategi ini secara perlahan melumat fondasi rapuh berbagai kesepakatan menuju “solusi dua negara”.
Hingga tahun 2026, rangkaian konflik bersenjata dan perang berkepanjangan kembali menunjukkan pola yang sama: setiap eskalasi perang justru memperkuat posisi Israel, baik secara militer maupun teritorial. Gaza kini, tidak bisa lagi menjadi pijakan menuju negara Palestina merdeka, karena semakin masuk dalam kendali dan tekanan Israel.
Perang Amerika-Israel vs Iran 2026, issu Palestina terlupakan, Iran tak sekalipun menyebut Palestina dalam perundingan dengan Amerika. Palestina benar-benar terlupakan, dan disaat mata dunia tertuju pada pertempuran blokade di selat hormuz 2026, Israel diam-diam meransek semakin jauh, masuk menguasai wilayah Gaza, saat ini terbentuk milisi Palestina anti Hamas.
Oh ya nasib ya nasib,
Dunia
digiring sibuk pelototin Selat Hormuz, tak jauh
dari wilayah itu, Israel juga sibuk meransek dan menguasai Gaza hingga
Libanon selatan.!
*****
.jpg)
Posting Komentar