Kibbutz Israel: Lebih dari Sekadar Koperasi di Indoneia
.jpg)
Kibbutz Israel: Lebih dari Sekadar Koperasi di Indonesia
Redaksi: Ryu Midun
Ketika orang Indonesia mendengar kata kibbutz, banyak yang langsung menganggapnya mirip koperasi. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga jauh dari lengkap. Kibbutz di Israel bukan hanya lembaga ekonomi bersama seperti koperasi di Indonesia, melainkan sebuah sistem kehidupan kolektif yang mencakup ekonomi, pendidikan, politik, pertahanan, budaya, bahkan ideologi nasional.
Kalau koperasi di Indonesia biasanya hanya mengatur aspek usaha atau simpan pinjam, kibbutz pada awalnya mengatur hampir seluruh hidup anggotanya.
Apa Itu Kibbutz?
Kibbutz adalah komunitas kolektif yang mulai berkembang di Palestina sebelum berdirinya negara Israel pada awal abad ke-20 (1901), terutama oleh imigran Yahudi sosialis dari Eropa Timur.
Kibbutz pertama bernama Degania Alef didirikan tahun 1909 di dekat Danau Galilea.
Tujuan awal kibbutz bukan hanya bertani bersama, tetapi juga:
- membangun tanah air Yahudi,
- menciptakan masyarakat egaliter,
- menghapus kepemilikan pribadi,
- melatih solidaritas kolektif,
- dan memperkuat basis pertahanan komunitas Yahudi.
Jadi sejak awal, kibbutz adalah proyek sosial-politik sekaligus ekonomi.
Mengapa Kibbutz Berbeda dari Koperasi Indonesia?
1. Kibbutz Mengatur Seluruh Kehidupan
Di koperasi Indonesia:
- anggota, tetap punya rumah pribadi,
- penghasilan pribadi,
- pekerjaan sendiri,
- pendidikan keluarga sendiri.
Sedangkan di kibbutz klasik:
- tanah dimiliki bersama,
- hasil kerja dibagi bersama,
- dapur umum digunakan bersama,
- anak-anak dibesarkan bersama secara kolektif,
- pakaian dan kebutuhan harian disediakan komunitas,
- keputusan diambil lewat musyawarah angggota warga kibbbutz.
Artinya, kibbutz adalah “komunitas hidup bersama”, bukan sekadar badan usaha bersama.
2. Kibbutz Berbasis Ideologi
Koperasi Indonesia umumnya lahir dari kebutuhan ekonomi rakyat.
Sedangkan kibbutz lahir dari perpaduan:
- Zionisme,
- sosialisme,
- nasionalisme Yahudi,
- dan proyek pembentukan negara.
Banyak pendiri kibbutz percaya bahwa bangsa Yahudi harus:
- kembali mengolah tanah sendiri,
- mandiri secara ekonomi,
- membangun masyarakat tanpa kelas,
- dan siap mempertahankan diri secara militer.
Karena itu kibbutz punya dimensi 'ideologis' yang sangat kuat.
3. Kibbutz Berperan dalam Militer dan Negara
Ini salah satu perbedaan paling besar antara Koperasi dan Kibbutz.
Banyak kibbutz awal, dibangun di wilayah perbatasan strategis. Mereka berfungsi sebagai:
- komunitas pertanian,
- benteng pertahanan,
- pos pengamanan,
- dan basis militer informal.
Bahkan banyak tokoh militer dan politik Israel berasal dari kibbutz, termasuk:
- David Ben-Gurion
- Yitzhak Rabin
- Ehud Barak
Kibbutz menjadi “mesin kaderisasi” elite nasional Israel.
Sementara koperasi di Indonesia tidak dirancang sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.
4. Sistem Ekonomi Kibbutz Awalnya Hampir Komunis
Dalam kibbutz klasik:
- tidak ada gaji individu,
- semua kebutuhan dipenuhi bersama,
- pekerjaan dibagi berdasarkan kebutuhan komunitas,
- konsumsi dilakukan kolektif.
Semboyannya mirip prinsip sosialisme:
“Dari setiap orang menurut kemampuannya, untuk setiap orang menurut kebutuhannya.”
Sedangkan koperasi Indonesia masih tetap berada dalam sistem kepemilikan pribadi dan ekonomi pasar (kapitalisme).
Posting Komentar